Kamis, 27 Juni 2013

KISAH YETI

YETI

Berbicara tentang Pegunungan Himalaya, tidak akan lepas dari sosok makhluk misterius bernama Yeti. Meskipun keberadaannya masih diragukan, banyak penduduk desa di sekitar Himalaya dan p
emburu setempat yang mengaku bahwa pernah melihat makhluk misterius tersebut. Yeti atau manusia salju digambarkan seperti primata besar yang menyerupai manusia. Masyarakat di desa Himalaya biasa memanggilnya “Meh-Teh”, sementara masyarakat Nepal menyebutnya “Bonmanche” yang berarti “manusia liar” atau “Kanchanjunga Rachyyas” yang berarti “Iblis Kanchanjunga”. Yeti dianggap sebagai kisah sejarah dari mitos masyarakat Himalaya terdahulu.

Kisah Yeti mulai mencuat ke dunia pada tahun 1832, saat perwakilan Inggris untuk Nepal, B. H. Hodgson mengaku bertemu dengan makhluk yang ciri-ciri fisiknya berbulu hitam, tidak berekor, dan berjalan tegak. Ratusan tahun berselang tepatnya pada tahun 1951, pendaki Inggris bernama Eric Shipton memublikasikan foto-foto jejak kaki Yeti. Jejak kaki tersebut panjangnya 13 inchi dengan lebar 8 inchi. Penduduk desa di Himalaya dan para pemburu setempat berpendapat kalau makhluk itu pandai menyembunyikan diri. Hal tersebut dikarenakan letak habitatnya yang jauh dari hiruk-pikuk manusia.

Masyarakat Sherpa di Nepal menduga bahwa alasan makhluk tersebut melintasi jalur pendaki di medan bersalju adalah mencari lumut yang mengandung garam yang tumbuh di batu moraine. Sementara itu, ilmuwan Inggris bernama Ivan Sanderson mengatakan bahwa makhluk tersebut bukan mencari lumut garam di batu moraine, melainkan lumut kerak yang akan gizi.

Pada akhir tahun 2007, sekelompok penjelajah mengatakan kalau menemukan bukti baru mengenai keberadaan makhluk misterius tersebut. Para penjelajah dari serial “Destination Truth” mengatakan kalau mereka menemukan jejak-jejak kaki Yeti ketika mencoba mengungkap misteri makhluk tersebut untuk film documenter televisi. “Kami membawa jejak-jejak kaki ini ke Amerika Serikat untuk dianalisa lebih lanjut.” kata Josh Gates pembawa acara serial televisi tersebut kepada Deutsche-Presse Agentur di Kathmandu, Nepal. Salah satu jejak kaki yang diperlihatkan Gates terdiri dari satu jejak kaki utuh yang besarnya hampir dua kali ukuran telapak kaki manusia. Para penjelajah menganalisa kalau tinggi makhluk tersebut bisa mencapai 2,4 meter. Menurut Gates, jejak kaki tersebut ditemukan di suatu daerah terpencil yang tidak ditinggali manusia yang jaraknya kira-kira 3 hari berjalan kaki dari Lukla, daerah yang jauhnya sekitar 250 km arah barat laut dari ibu kota Kathmandu, Nepal.